Kamis, 21 Juli 2016

Kel. 12 Complit Sentensedan Time Token



METODE COMPLETE SENTENCE DAN TIME TOKEN



Dosen Pengampu:
Nurlaila, S.Ag. M.Pd.I


Disusun Oleh Kelompok 9 :
Adela Destri (1532100073)
Dewi Nurjanah (1532100101)


Jurusan Pendidikan Agama Islam
Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan
Universitas Islam Negeri
 Raden Fatah Palembang
Tahun 2016/2017





COMPLETE SENTENCE
A.      Pengertian Complette sentens
       Complette sentens adalah rangkaian proses pembelajaran yang di awali dengan menyampaikan materi ajar oleh guru, atau dengan penganalisaan terhadap modul yang telah disiapkan, pembagian kelompok yang tidak boleh lebih dari tiga orang dengan kemampuan yang heterogen, pemberian lembar kerja yang belum lengkap, lalu di berikan kesempatan kepada siswa untuk berdiskusi dan di akhiri dengan pengambilan kesimpulan. [1]

B.        Langkah-Langkah Complette sentens
1)        Mempersiapkan lembar kerja siswa dan modul.
2)        Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai.
3)        Guru menyampaikan materi secukupnya atau siswa disuruh membacakan buku atau modul dengan waktu secukupnya.
4)        Guru membentuk kelompok 2 atau 3 orang secara heterogen.
5)        Guru membagikan lembar kerja yang berupa paragraf yang  kalimatnya belum lengkap.
6)        Peserta didik berdiskusi untuk melengkapi paragraf dengan kunci jawaban yang tersedia.
7)        Peserta didik berdiskusi secara berkelompok.
8)        Setelah jawaban didiskusikan, jawaban yang salah diperbaiki. Tiap peserta didik membaca sampai mengerti atau hafal
9)        Kesimpulan.[2]

C.      Kelebihan dan Kekurang Complette Sentens
a.         Kelebihan complette sentens
1)        Materi akan terarah dan tersaji secara benar, sebab guru terlebih dahulu menjabarkan uraian materi sebelum pembagian kelompok.
2)        Melatih siswa untuk bekerja sama dan menghargai orang lain dalam diskusi.
3)        Melatih siswa untuk berinteraksi secara baik dengan teman sekelasnya.
4)        Akan dapat memperdalam dan mempertajam pengetahuan siswa melalui lembar kerja yang dibagikan kepadanya, sebab mau tidak mau  dia harus menghafal atau paling tidak membaca materi yang diberikan kepanya. diskusi
5)        Dapat meningkatkan rasa tanggung jawab siswa sebab masing-masing siswa dimintai tanggung jawab atas hasil diskusi.
b.         Kelemahan complette sentens
1)        Dalam kegiatan sering hanya beberapa orang saja yang aktif.
2)        Pembicaraan dalam diskusi sering melenceng dari materi pembelajaran yang dilakukan .
3)        Adanya siswa kurang memiliki bahan dalam melaksanakan diskusi atau tidak mampu untuk menyampaikan pendapatnya dalam diskusi.

TIME TOKEN
A.      Sejarah Metode Time Token
       Metode ini diperkenalkan oleh ARENDS pada tahun 1998. Pembelajaran ini merupakan struktur yang dapat digunakan untuk mengajarkan keterampilan sosial. Selain itu, juga untuk menghindari siswa mendominasi pembicaraan atau siswa diam sama sekali. Metode ini lebih menekankan pada keaktifan siswa dalam mengutarakan pendapatnya mengenai suatu masalah yang muncul. Pemahaman tentang materi oleh siswa dalam metode ini sangat diutamakan terutama dalam bentuk diskusi yang kebanyakan pendapatnya harus memiliki dasar yang kuat untuk sebuah argument.[3]
       Banyak siswa yang mengalami kesulitan untuk berbagi waktu dan bahan-bahan. Komplikasi ini dapat memunculkan berbagai masalah manajemen selama pembelajaran kooperatif tersebut berlansung. Ketika ada seorang siswa yang menganggap dirinya lebih dibandingkan siswa-siswa lain sehingga dia mengerjakan sendiri tugas kelompoknya atau ada siswa yang tidak mau berhenti bicara atau dengan kata lain tidak mau memberikan kesepakatan orang lain untuk berbicara, semua adalah contoh-contoh ketidakmampuan siswa dalam berbagai dengan orang-orang yang ada dalam kelompoknya.
       Atau juga ada siswa yang tidak mau ikut berpartisipasi pada kegiatan kelompok, baik itu karena pemalu ataupun karena dia memilih untuk mengerjakan sendiri tugas-tugasnya. Oleh karena itu, untuk mengantisipasi hal tersebut, guru dapat menggunakan kegiatan-kegiatan khusus yang mengajarkan keterampilan partisipasi dan keterampilan sosial dan salah satunya yaitu dengan menggunakan metode Time Token.

B.        Langkah-Langkah Penerapan Metode Time Token
1.         kondisikan kelas untuk melaksanakan diskusi.
2.         Tiap siswa diberi kupon berbicara dengan waktu kurang lebih 30 detik dan di dalam kupon tersebut tertulis poin- poin yang didapatkan. Tiap siswa diberi sejumlah nilai sesuai waktu yang digunakan.
3.         Bila telah selesai bicara kupon yang dipegang siswa harus diserahkan. Setiap berbicara satu kupon.
4.         Siswa yang telah habis kuponnya tak boleh bicara lagi . yang masih pegang kupon harus bicara sampai kuponnya habis.[4]

C.      Kelebihan dan Kekurangan Time Token
a.         kelebihan metode time tiken
1)        Mendorong siswa untuk meninggalkan inisiatif dan partisipasinya.
2)        Siswa tidak mendominasi pembicaraan  atau diam sama sekali.
3)        Siswa menjadi aktif dalam kegiatan pembelajaran.
4)        Meningkatkan kemampuan siswa dalam berkomunikasi .
5)        Melatih siswa untuk mengungkapkan pendapatnya.
6)        Menumbuhkan kebiasaan pada siwsa untuk saling mendengarkan, berbagi, memberikan masukan dan keterbukaan terhadap kritik.
7)        Mengajarkan siswa untuk menghargai pendapat orang lain.
8)        Guru dapat berperan untuk mengajak siswa mencari solusi bersama terhadap permasalahan yang ditemui.
9)        Tidak memerlukan banyak media pembelajaran.[5]

b.         kekurangan metode time token
1)        Hanya dapat digunakan untuk mata pelajaran tertentu saja.
2)        Tidak bisa digunakan pada kelas yang jumlah siswanya banyak.
3)        Memerlukan banyak waktu untuk persiapan dan dalam proses pembelajaran, karena semua siswa harus berbicara satu persatu sesuai dengan jumlah kupon yang dimilikinya.
4)        Siswa yang memiliki banyak pendapat akan sulit mengutarakan pendapatnya karena waktu yang diberikan terbatas.


Daftar Pustaka
html.//sarillameridseba.blogspot.co.id/2014/05/model-pembelajaran-time-    token.html.diakses tanggal 30 april 2016 pukul 10:24
Sukardi, Ismail. 2011. Model Dan Metode Pembelajaran Modern, Palembang : Tunas        Gemilang



[1]http://poyoth-p.blogspot.co.id/2012/11/model-pembelajaran-complete-sentence.html. diakses tanggal 30 april 2016 pukul 20:03
[3]Ismail Sukardi, Model Dan Metode Pembelajaran Modern, (Palembang : Tunas Gemilang ,2011), Hlm. 52
[4]Ibid., hlm. 54
[5]html.//sarillameridseba.blogspot.co.id/2014/05/model-pembelajaran-time-token.html.diakses tanggal 30 april 2016 pukul 10:24

Kel. 11 Take and Give and Concept Sentense



TAKE AND GIVE AND CONSEPT SENTENSE



DOSEN PENGAMPU: NURLAILA
MATA KULIAH: ILMU PENDIDIKAN ISLAM
DISUSUN OLEH KELOMPOK: 5

ARDI PRABOWO (1532100087)
ABI SYARIPUNNAHR (1532100072)

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN FATAH PALEMBANG FAKULTAS TARBIYAH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
TAHUN AJARAN 2015-2016




A.      Take and Give
Istilah  take and give sering dikonotasikan orang dengan”saling member dan saling menerima”. Maka saling menerima dan member itu jugalah yang menjadi intisari dari model pembelajaran Take and give ini.beberapa ahli percaya bahwa suatu mata pelajaran benar-benar dikuasai banyak apabila peserta didik mampu mengajarkan pada peserta lain”.
Jadi model pengertian pembelajaran Take and give  ini adalah rangkaian penyajian data yang diawali dengan pemberian kartu kepada siswa yang didalam kartu itu sendiri ada catatan yang harus dikuasai atau dihafal oleh masing-masing siswa. Kemudian siswa mencari pasangan masing-masing untuk bertukar pengetahuan yang ada padanya sesuai dengan yang didapatnya dikartu, lalu kegiatan pembelajaran diakhiri dengan mengevaluasi siswa dengan menanyakan pengetahuan yang ada padanya dan yang dia terima dari pasangannya.[1]
Dengan demikian komponen yang berperan penting dalam Model Pembelajaran Take and give ini adalah penguasaan materi melalui kartu, berpasangan dengan saling bertukar informasi, dan pengevaluasian yang bertujuan untuk mengetahui pengetahuan atau penguasaan siswa terhadap materi yang diberikan di dalam kartu dan kartu pasanganya.[2]





B.       Langkah-langkah take and give:
1.        Siapkan kelas sebagaimana mestinya.
2.        Jelaskan materi sesuai topik menit.
3.        Untuk memantapkan penguasaan peserta, tiap siswa diberi masing-masing satu kartu untuk dipelajari (dihapal) kurang lebih 5 menit.
4.        Semua siswa disuruh berdiri dan mencari pasangan untuk saling menginformasikan materi sesuai kartu masing-masing. Tiap siswa harus mencatat nama pasangannya pada kartu control.
5.        Demikian seterusnya sampai tiap peserta dapat saling memberi dan menerima materi masing-masing.
6.        Untuk mengevaluasi keberhasilan, berikan siswa pertanyaan yang sesuai dengan kartunya (kartu orang lain).
7.        Strategi ini dapat dimodifikasikan sesuai keadaan.[3]

C.      Kelebihan dari metode pembelajraran take and give ini adalah :
1.        Siswa akan lebih cepat memahami penguasaan materi dan informasi karena mendapatkan informasi dari guru dan siswa yang lain.
2.        Dapat menghemat waktu dalam pemahaman dan  penguasaan siswa akan informasi.[4]
D.      Setiap kelebihan pasti ada kekurangan dari metode ini adalah :
1.        Bila informasi yang disampaikan siswa kurang tepat (salah) maka informasi yang diterima siswa lain pun akan kurang tepat.
2.        Tidak efektif dan terlalu bertele-tele.
3.        Pada saat mencari pasangan akan terjadi ketidakteraturan karena ada siswa yang lari sana dan lari sini.[5]
4.        Kemampuan siswa untuk menyampaikan materinya pada temanya kurang sesuai dengan apa yang diharapkan.
5.        Adanya siswa yang bertemu dengan pasanganya, bukanya membahas  materi pelajaran tetapi bercerita tentang masalah lain.
E.       Kesimpulan:
Model pembelajaran menerima dan memberi:
1.      Siapkan kartu dengan yang berisi nama siswa dan bahan belajar,
2.      Informasikan kompetensi,
3.      Menyajikan materi,
4.      Pemantapan materi, pada tahap pemantapan tiap siswa disuruh berdiri dan mencari teman dan saling informasi tentang materi atau pendalaman-perluasannya kepada siswa lain kemudian mencatatnya pada kartu, dan seterusnya dengan siswa lain secara bergantian,
5.      Evaluasi, dan
6.      Refleksi.









A.      CONSEPT SENTENSE
Model concept sentence merupakan salah tipe model pembelajaran yang dikembangkan dari Cooperative Learning. Model Concept Sentence adalah model pembelajaran yang dilakukan dengan memberikan kartu-kartu yang berisi beberapa kata kunci kepada siswa, kemudian kata kunci-kata kunci tersebut disusun menjadi beberapa kalimat dan dikembangkan menjadi paragraf-paragraf. Model ini dilakukan dengan siswa dibentuk kelompok heterogen dan membuat kalimat dengan minimal 4 kata kunci sesuai materi yang disajikan. [6]
Model Concept Sentence merupakan model pembelajaran yang diawali dengan menyampaikan kompetensi, sajian materi, membentuk kelompok heterogen, guru menyiapkan kata kunci, sesuai materi bahan ajar, dan tiap kelompok membuat kalimat berdasarkan kata kunci (Guruclub: 2008). Prosedur selanjutnya dalam pembelajaran ini adalah mempresentasikan hasil belajar secara bergantian di depan kelas.

B.       Langkah-langkah pembelajarannya sebagai berikut :

1.        Guru menyampaikan kompentensi yang ingin dicapai.
2.        Guru menyajikan materi secukupnya.
3.        Guru membentuk kelompok yang anggotanya ± 4 orang secara heterogen.
4.        Guru Menyajikan beberapa kata kunci sesuai materi yang disajikan.
5.        Tiap kelompok disuruh membuat beberapa kalimat dengan menggunakan minimal 4 kata kunci setiap kalimat.
6.        Hasil diskusi kelompok didiskusikan kembali secara pleno yang dipandu oleh Guru.
C.      Terdapat beberapa kelebihan model pembelajaran concept sentence. Kelebihan model concept sentence tersebut meliputi:

1.        meningkatkan semangat belajar siswa,
2.        membantu terciptanya suasana belajar yang kondusif,
3.        memunculkan kegembiraan dalam belajar,
4.        mendorong dan mengembangkan proses berpikir kreatif,
5.        mendorong siswa untuk memandang susuatu dalam pandangan yang berbeda,
6.        memunculkan kesadaran untuk berubah menjadi lebih baik,
7.        memperkuat kesadaran diri,
8.        lebih memahami kata kunci dari materi pokok pelajaran,
9.        siswa yang lebih pandai mengajari siswa yang kurang pandai.[7]

D.      Sedangkan kelemahan model pembelajaran ini adalah:

1.        hanya untuk mata pelajaran tertentu;
2.        Untuk yang pasif mengambil jawaban dari temannya.[8]













DAFTAR PUSTAKA

v  Huda. 2013. Model-model pengajaran dan pembelajaran, yogyakarta: PUSTAKA PELAJAR
v  Dewi, M.P. Dkk. 2014. Model Pembelajaran Take And Give, Jakarta: Universitas Ganesa Jurusan
v  Kurnia, P. 2012. Pembelajaran Metode Concept Centence, Pasar Ambacang Padang: Universitas Bung Hatta





[1]     Huda, Model-model pengajaran dan pembelajaran, (yogyakarta: PUSTAKA PELAJAR, 2013). Hlm. 58
[2]     Ibid, Hlm. 60
[3]     Dewi, M.P. dkk. Model Pembelajaran Take And Give, (Jakarta: Universitas Ganesa Jurusan, 2014). Hlm. 25
[4]     Ibid, Hlm. 26
[5]     Ibid, Hlm. 27
[6]     Kurnia, P. Pembelajaran Metode Concept Centence, (Pasar Ambacang Padang: Universitas Bung Hatta. 2012). Hlm. 34
[7]     Ibid, Hlm. 36
[8]     Ibid, Hlm, 37